Halini menunjukkan betapa besarnya produksi komoditas karet untuk dikembangkan guna menopang perekonomian rakyat. Bila dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja, maka usaha tani perkebunan karet ini mampu menyerap ribuan petani karet. maka semakin banyak jumlah penduduk yang mengganggur akan timpang pula distribusi pendapatan. Jakarta Poros Nusantara - Kehadiran teknologi informasi khususnya aplikasi telah banyak membantu para pencari kerja mendapatkan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran. Contohnya, aplikasi dalam bidang transportasi kenamaan yaitu Gojek dan Grab. Sudah banyak yang ikut merasakan manfaat kehadiran aplikasi tersebut, dari orang yang bingung mencari pekerjaan, sekarang sudah memiliki menyeraptenaga kerja Indonesia. Perwujudan MEA akan membentuk ASEAN sebagai pasar terbesar ke-3 di dunia setelah China dan India, Indonesia yang jumlah penduduknya 40% dari total jumlah penduduk kawasan menjadikan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang produktif dalam pasar ASEAN. C Strategi dan Kebijakan Pokok Pembangunan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, maka strategi kebijakan yang ditempuh harus mencerminkan visinya, yaitu: tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. rakyatsebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri dalam negeri, dan kebutuhan ekspor,serta untuk menyerap tenaga kerja. Bahwa pelaku perkebunan BUMN dan perkebunan rakyat khususnya telah teruji sebagai agen pembangunan utama yang mampu menyerap tenaga kerja banyak, Tabel1.3 Nilai Produksi, Jumlah Unit Usaha, UMR, dan Total Tenaga Kerja Industri Manufaktur Besar dan Sedang Privinsi Jawa Timur tahun 2011 - 2015 Tahun Nilai Produksi Jumlah Unit Usaha UMR Total Tenaga Kerja 2011 461.78 triliun 6288 705.000 956.267 2012 449.77 triliun 6370 745.000 1.073.866 Sumber : BPS Jawa Timur. . Di Indonesia, masalah pengangguran masih menjadi masalah yang cukup besar. Banyak lulusan perguruan tinggi yang sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya lapangan kerja yang tersedia. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan usaha agar bisa menyerap banyak tenaga kerja. Mengembangkan Usaha Untuk menyerap banyak tenaga kerja, maka perlu dikembangkan usaha. Pengembangan usaha ini bisa dilakukan oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat itu sendiri. Pengembangan usaha bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti Mendorong wirausaha muda untuk memulai bisnis Memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para wirausaha Memberikan fasilitas dan dukungan bagi para wirausaha Mendorong investasi asing untuk masuk ke Indonesia Dengan mengembangkan usaha, maka akan tercipta lapangan kerja yang baru. Hal ini akan membantu menyerap banyak tenaga kerja yang ada di Indonesia. Selain itu, pengembangan usaha juga bisa meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Keuntungan Mengembangkan Usaha Tidak hanya bisa menyerap banyak tenaga kerja, mengembangkan usaha juga memiliki keuntungan lainnya, seperti Meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan Meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatkan inovasi dan kreativitas di Indonesia Dengan adanya pengembangan usaha yang dilakukan secara baik, maka Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera. Oleh karena itu, perlu ada kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengembangkan usaha di Indonesia. Potensi Usaha di Indonesia Indonesia memiliki potensi usaha yang sangat besar. Negara ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, serta masyarakat yang kreatif dan inovatif. Beberapa sektor usaha yang memiliki potensi besar di Indonesia antara lain Sektor pertanian dan perkebunan Sektor pariwisata Sektor industri kreatif Sektor energi terbarukan Sektor teknologi informasi dan komunikasi Dengan memanfaatkan potensi usaha yang ada di Indonesia, maka bisa tercipta lapangan kerja yang baru dan meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Kesimpulan Mengembangkan usaha adalah salah satu cara untuk menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Pengembangan usaha bisa dilakukan oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat itu sendiri. Dengan mengembangkan usaha, maka akan tercipta lapangan kerja yang baru dan meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, mengembangkan usaha juga memiliki keuntungan lainnya, seperti meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengembangkan usaha di Indonesia. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM adalah peluang untuk lapangan pekerjaan serta berperan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM ialah pelaku usahanya merupakan dari masyarakat yang mempunyai usaha kecil maupun menengah. Karena Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM menjadi alternatif untuk menyerap banyak tenaga kerja maka dalam hal ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM bisa saja mengurangi tingkat pengangguran suatu wilayah maupun sumber daya manusia MSDM merupakan manajemen tentang tenaga kerja baik di organisasi maupun di perusahaan. Tenaga kerja memang di butuhkan oleh organisasi maupun perusahaan sehingga dalam medapatkan tenaga kerja memerlukan rekrutment, seleksi, penilaian dan kompensasi. UMKM adalah usaha ekonomi produktif yang dijalankan oleh individu atau badan usaha yang berukuran kecil. Sehingga UMKM dapat disimpulkan sebagai usaha ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Di era saat ini sangat penting MSDM dalam meningkatkan strategi UMKM karena harus bersaing dalam meningkatkan UMKM yang dimiliki agar dapat bersaing dan tidak tertinggal dengan pelaku UMKM yang lainnya. Pelaku UMKM harus bisa menghasilkan produk yang lebih unggul dan menarik. Maka dari itu kualitas SDM merupakan modal yang memiliki kedudukan penting dalam suatu organisasi. Menurut Atmaja & ratnawati, 2018 kualitas SDM karyawan mengacu pada 1. Pengetahuan knowledge yaitu penguasaan ilmu dan teknologi yang diperoleh melalui proses pembelajaran serta pengalaman 2. Keterampilan skill untuk memanipulasi suatu objek secara fisik, 3. Kemampuan abilities yaitu sikap untuk mengerjakan tugas dalam berwirausaha juga mempengaruhi kualitas suatu SDM. Dalam menciptakan produk unggul dan menarik perlu adanya proses SDM yaitu rekrutmen, seleksi, Arifin & Haryanto, 2021 Proses Rekrutmen adalah proses untuk mencari atau mengajak dan menetapkan beberapa orang sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditetapkan dalam perencanaan sumber daya manusia. Apabila menjadi pelaku usaha UMKM ketika mengadakan rekrutmen untuk mencari tenaga kerja bisa menggunakan sosial media, sehingga orang lain yang ingin mendapatkan tenaga kerja dan sesuai dengan bidangnya bisa mendaftarnya dengan mencamtumkan kontak yang bisa di hubungi tersebut. Jika rekrutmen di kaitkan dengan pengguna internet maka pelaku usaha untuk mendapatkan tenaga kerja bisa melalui internet bisa membuat akun sosial media terlebih dahulu lalu pasang iklan untuk menarik para pencari dalam mencari tenaga kerja di UMKM bidang manapun harus mempunyai pertimbangan terlebih dahulu. Apabila sudah mempertimbangkan maka menyeleksinya sesuai dengan bidang yang akan di berikan kepada calon tenaga kerja tersebut. Setelah selesai menyeleksi melakukan penilaian, pada saat calon tenaga kerja tersebut sudah sesuai dengan apa yang di butuhkan dan penilainnya juga maka di nyatakan terima calon tenaga kerja tersebut. Setelah di terima tenaga kerja tersebut diberikan sebuah tanggung jawab atau tugas untuk di dalam UMKM sendiri yaitu melatih pelaku UMKM untuk bisa beradaptasi dalam segala perubahan kondisi lingkungan. apabila pelaku UMKM tidak beradaptasi dengan kondisi lingkungan usahanya akan mengalami kerugian . pelaku UMKM harus bisa beradaptasi agar usahanya agar tetap berjalan dengan lancar. maka pentingnya pelatihan untuk pengembangan tenaga kerja sangat penting agar menambah wawasan dalam menjalankan usaha yang di kerjakan. Sehingga pelaku UMKM untuk bisa bersaing maka menggunakan internet sehingga bisa bersaing juga dengan produk produk luar negeri. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya 404 Not Found - NotFoundHttpException 1 linked Exception ResourceNotFoundException » [2/2] NotFoundHttpException No route found for "GET /Money/job-part-time-ambon-iahqfqg" [1/2] ResourceNotFoundException Logs Stack Trace Plain Text KEBERADAAN minimarket di Indonesia telah menumbuhkan banyak usaha kecil menengah UKM. Selain itu, dengan banyaknya gerai minimarket yang dibangun, tidak sedikit tenaga kerja yang bisa diserap. Saat ini Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia Aprindo memiliki 150 pengusaha. Semua memiliki outlet atau gerai minimarket seperti Indomaret, Alfamart, Ceria Mart, dan sejenisnya. Dari seluruh minimarket itu, 35% dimiliki oleh personal atau waralaba pribadi. Ketua Umum Aprindo Pudjianto mengatakan , Aprindo telah berusia 20 tahun, sudah banyak yang dilakukan oleh asosiasi ini dalam mengadvokasi para peritel, bekerja sama dengan pemerintah, hingga mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan dunia usaha, khususnya peritel. Namun, perkembangan saat ini justru lebih kompleks dibandingkan 20 tahun silam. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, peran peritel yang makin kuat, serta masuknya peritel asing ke Indonesia yang berlangsung cukup masif dalam lima tahun terakhir ini jelas tantangan yang tidak mudah. “Pertumbuhan ritel berjaringan hingga toko independen yang tersebar di pelosok Tanah Air pantas untuk disyukuri. Satu ritel kecil saja bisa membuka puluhan lapangan pekerjaan, belum dampak lanjutannya bagi para produsen dan pemasok, pedagang kecil ikut berjualan di sekitar toko,” ujar Pudjianto. Karena itu, ritel sebenarnya bukanlah entitas bisnis yang dikerjakan oleh para pengusaha besar. Ritel juga milik para pelaku usaha kecil dan menengah. Bila dulu peritel besar dan pedagang usaha kecil menengah sering dibenturkan, kini paradigma itu perlahan mulai mencair. Sebab, pada dasarnya peritel punya tujuan yang sama yakni mencari rezeki dengan asas persaingan yang sehat. Tidak ada semangat untuk menjegal apalagi mematikan kelompok lain. “Justru, semangat saling bekerja sama itu yang harus ditumbuhkan dan kini terus diperjuangkan oleh para pengurus Aprindo,” katanya. Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Alfamart Hans Prawira mengatakan, perseroan sebagai pengelola minimarket Alfamart dan Alfamidi telah menjalankan program pemberdayaan pedagang kecil atau usaha mikro kecil menengah UMKM. Tanggung jawab sosial perusahaan dijalankan melalui Program Outlet Binaan Alfamart Alfamidi OBA yang diwujudkan dalam bentuk binaan terhadap warung tradisional yang berada di sekitar toko Alfamart dan Alfamidi. “Visi perusahaan kami Ingin menjadi jaringan distribusi ritel terkemuka yang dimiliki masyarakat luas dan berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil. Dalam hal ini perusahaan ingin berperan membantu pemerintah dengan memberdayakan UMKM di Indonesia,” katanya. Hans menyampaikan, selama ini pihaknya memberikan pelatihan manajemen ritel kepada UMKM, menyuplai produk dengan harga yang kompetitif pada pemilik warung tersebut, hingga memberikan kesempatan pada masyarakat luas untuk menjadi pemasok maupun mengajak berjualan di sekitar toko dengan memanfaatkan space yang ada. “Pemberdayaan warung tradisional telah dijalankan perusahaan lebih dari 8 tahun, dan kini anggota OBA telah tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Lombok dengan jumlah anggota yang terus bertambah,” papar Hans. Menurut anggota Komisi VI DPR Hendrawan Supratikno, selain banyak menyerap tenaga kerja, ritel modern lokal juga mampu menumbuhkan pewaralaba dan wirausahawan baru yang terlatih dan memahami prinsip-prinsip mekanisme pasar. Prinsip waralaba yang mengembangkan usaha dengan cepat serta memiliki standardisasi mampu memberikan pengalaman yang baik untuk menjadi wirausahawan. “Pembinaan terhadap UMKM oleh minimarket juga sebagai sebuah komitmen, dengan membantu pedagang tradisional menjadikannya mitra. Berbagai pelatihan juga diberikan kepada mereka seperti manajemen penyediaan barang, keuangan, “ jelasnya. Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menjelaskan, pemerintah daerah, khususnya DKI Jakarta, telah menentukan agar minimarket yang beroperasi mengakomodir UKM, baik dari sisi penjualan produk ataupun yang terkait dengan penyediaan tempat agar UMKM bisa berjualan. “Kalau mau berinisiatif menjalin kerja sama, tentu akan bermanfaat bagi UMKM. Tapi sepertinya, belum banyak yang kelihatan,” safutra/ Robi ardianto/Hermansahftr › Ekonomi›Pada 2021, Investasi... Investasi yang masuk ke Indonesia diyakini akan menyerap 1,3 juta pekerja pada tahun depan. Saat ini Indonesia memerlukan 16 juta lapangan kerja. JAKARTA, KOMPAS — Implementasi Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja diyakini akan meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah meyakini, sebanyak 1,3 juta tenaga kerja bisa terserap pada 2021 dari investasi Rp 886 2020, target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang dari investasi Rp 817 triliun. Keyakinan itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM Bahlil Lahadalia dalam telekonferensi, Jumat 23/10/2020.”Dengan implementasi UU Cipta Kerja, kami yakin realisasi investasi pada 2021 akan lebih tinggi dari 2020 yang berimbas ke peningkatan serapan tenaga kerja,” data BKPM, realisasi investasi pada Januari-September 2020 senilai Rp 611,6 triliun atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan. Investasi senilai itu menyerap tenaga kerja melalui investasi pada Januari-September 2020 terdiri dari penanaman modal asing PMA Rp 301,7 triliun dan penanaman modal dalam negeri PMDN Rp 309,9 triliun. Tahun ini, pemerintah menargetkan investasi Rp 817,2 triliun, berupa PMDN Rp 469,1 triliun dan PMA Rp 348,1 asal PMA terbesar pada sembilan bulan pertama tahun ini adalah Singapura, yakni 7,163 miliar dollar AS pada proyek. Adapun daerah sasaran PMDN terbesar adalah Jawa Timur senilai Rp 47,393 triliun pada proyek, sedangkan PMA menyasar Jawa Barat dengan nilai 3,536 miliar dollar AS pada juga Antisipasi Lonjakan PengangguranPemerintah memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dalam negeri pada semua jenis pekerjaan. Saat ini Indonesia memerlukan sekitar 16 juta lapangan kerja langsung. Jumlah itu terdiri dari 6 juta-7 juta orang yang mengalami dampak pandemi Covid-19, 7 juta penganggur, dan 2,9 juta orang angkatan kerja baru per mengatakan, investasi akan menciptakan lapangan kerja secara langsung dan tidak langsung. Penciptaan lapangan kerja tidak langsung akan lebih besar 3-4 kali lipat dibandingkan dengan lapangan kerja langsung. Investasi yang masuk ke Indonesia akan menciptakan dampak berganda signifikan bagi akan menciptakan lapangan kerja secara langsung dan tidak ISNA IRAWAN Perkembangan penyerapan tenaga kerja Indonesia pada September 2015-September 2020. Sumber BKPMNantinya, ada dua kategori investasi yang dibidik Indonesia, yaitu investasi berbasis hilirisasi dengan pendekatan teknologi dan investasi padat karya. Investasi padat karya akan menciptakan lapangan kerja lebih besar dan dapat menyerap tenaga kerja Indonesia yang sebagian besar berkemampuan menengah rendah.”Intinya, negara jangan sampai dirugikan dengan masuknya investasi. BKPM akan mengidentifikasi investasi-investasi yang akan masuk,” kata investasiDihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif Center for Reform on Economics Core Indonesia Mohammad Faisal menyampaikan, reformasi regulasi harus dibarengi keandalan negosiasi persyaratan investasi, seperti tenaga kerja dan transfer teknologi. Dalam jangka panjang, investasi mesti dapat menciptakan kemandirian ekonomi domestik.”Setiap negara atau investor biasanya mempunyai cara atau kepentingan berbeda dalam investasi. Dalam beberapa kasus, yang kerap jadi persoalan adalah tenaga kerja asing,” kata menambahkan, pemerintah harus konsisten dengan tujuan investasi untuk menciptakan lapangan kerja. Saat ini mayoritas tenaga kerja atau angkatan kerja di Indonesia memiliki keahlian rendah atau menengah ke bawah. Mereka harus terserap dalam lapangan kerja yang diciptakan investasi yang jangka panjang, investasi mesti dapat menciptakan kemandirian ekonomi data Badan Pusat Statistik, sekitar 56,5 persen tenaga kerja di Indonesia per Februari 2020 bekerja di sektor informal, sedangkan 43,5 persen adalah pekerja tenaga kerja, yakni 38,89 persen, berpendidikan SD ke bawah. Pekerja yang berpendidikan SMA dan universitas masing-masing hanya 11,82 persen dan 10,23 SUSANTO Komposisi Tenaga Kerja Tingkat Pendidikan seperti dipaparkan Direktur Perencanaan Kependudukan dan Perlindungan Sosial Bappenas Maliki dalam diskusi bertema ”Pemindahan Ibu Kota Negara Sudut Pandang Ekologi dan Kearifan Lokal Sosial Politik”, Selasa 3/9/2019, di Bina Graha Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta. Diskusi menghadirkan sejumlah pakar dan organisasi masyarakat sipil maupun individu itu, menurut Faisal, pemerintah mesti selektif dalam mengizinkan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia mestinya pekerja profesional atau pengambil keputusan penting di suatu perusahaan. Secara spesifik, tenaga kerja asing yang diproritaskan adalah tenaga kerja yang keahliannya tidak banyak di Indonesia.”Jika tujuan investasi menciptakan lapangan kerja, poin-poin negosiasi mesti difokuskan untuk menyerap surplus keahlian tenaga kerja Indonesia yang rendah,” kata juga Investasi Sulit Tumbuh jika Konsumsi Masih LesuEkonom, yang juga Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Raden Pardede, menambahkan, pandemi Covid-19 memunculkan banyak tantangan berat di masa depan, salah satunya kemungkinan kehilangan pekerjaan secara permanen. Kondisi ini berkorelasi dengan daya saing nasional yang rendah, terutama di bidang ketenagakerjaan.

untuk menyerap banyak tenaga kerja maka dikembangkan usaha