Sebaiknya hindari konsumsi teh herbal mint karena bisa membuat masalah asam di perut lebih buruk. 2. Minum air. Perbesar. Rutin minum air putih agar tidak dehidrasi dan urine berwarna bening. Foto: Thinkstock. Minum kopi bisa membuat tubuh dehidrasi, sehingga sangat penting untuk menambah asupan air minum kita. Padahalsarapan punya 5 manfaat istimewa ini. Tak sekadar mengisi perut di pagi hari, sarapan memiliki banyak manfaat kesehatan. Bahkan bagi mereka yang ingin mengontrol berat badan, sarapan justru sangat dianjurkan. Dikutip dari The Health Site (9/7), ini keuntungan dari rajin sarapan bernutrisi. 1. Mengontrol berat badan Biasanya nih, senyawa capsaicin akan larut dalam lemak. Nah, kamu bisa melarutkannya dengan susu full-fat, yogurt, selai kacang, atau sedikit minyak zaitun. 5. Minum campuran lemon dan madu. Source: Healthline. Kalau mengonsumsi makanan pedas membuat perut kamu sakit, ya, cobalah minum campuran lemon dan madu. Ketikawaktu makan siang sudah lewat, biasanya perut akan kembali keroncongan dalam 3 sampai 4 jam kemudian. Jika kamu makan siang pada pukul 12 siang, maka selanjutnya kamu harus mengisi perut pada pukul 3 atau 4 sore. Hal ini membantumu tidak mengambil porsi makan yang banyak saat makan malam. Jangan lupa lupa untuk ngemil yang sehat, ya! Agarsakit perut tak mengganggu ibadah saat puasa Anda, coba lakukan beberapa langkah pencegahan di bawah ini. 1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka puasa. Kebiasaan yang bisa menjadi penyebab sakit perut saat puasa yaitu karena makan berlebihan. Memang, puasa membuat Anda ngidam banyak makanan untuk disantap saat berbuka puasa. 14 Dadar telur daging. Dadar telur daging atau fuyunghai pun bisa disajikan sebagai menu sarapan saat sakit. Kamu dapat menghidangkannya dengan kentang tumbuk yang halus agar makin nikmat. Untuk membuatnya, campur telur dengan daging ayam rebus dan beri daun bawang sebagai pelengkapnya. . Anda mungkin sering mengalami gejala sakit perut. Namun, keluhan ini tidak bisa disepelekan begitu saja. Ada banyak penyakit berbahaya yang ditandai dengan sakit perut. Untuk itu, Anda perlu tahu seperti apa tanda sakit perut yang perlu ditangani oleh dokter. Kenali gejala sakit perut pertanda penyakit serius Ada banyak organ vital yang berada di sekitar perut Anda. Mulai dari lambung, usus, kantong empedu, dan lain-lain. Bila organ tersebut mengalami gangguan atau kerusakan sehingga tidak dapat bekerja dengan normal, pasti akan menimbulkan rasa sakit pada perut Anda. Jika Anda mengalami sakit perut disertai gejala lain seperti di bawah ini, segera periksa ke dokter. 1. Sakit perut atas disertai nyeri punggung atas Nyeri perut bagian atas sekaligus punggung atas atau sekitar bahu selama beberapa jam, dan diikuti kembung bisa merujuk pada penyakit batu empedu. Kemungkinan batu empedu semakin besar jika mengalami gejala seperti nyeri perut, mual, dan tubuh atau mata jadi berwarna kekuningan. Dalam hal ini, jumlah kolesterol yang sangat banyak akan menumpuk di dalam empedu. Kolesterol akan menggumpal, memblokir saluran empedu, dan membentuk batu empedu. Batu ini nantinya menimbulkan komplikasi berupa pankreatitis atau radang pankreas. Penyakit ini tidak bisa dideteksi lebih awal tanpa pemeriksaan fisik dari dokter. Jadi, saat gejala muncul kemungkinan batu empedu sudah menghalangi saluran empedu. 2. Nyeri perut kanan bawah dan semakin nyeri saat berjalan, batuk, dan bersin Gejala awal sakit perut ini muncul di bagian atas. Namun, ketika Anda bergerak, rasa sakit malah berubah di bagian kanan bawah, bahkan bisa menjalar ke punggung dan dubur. Rasa sakit ini semakin hebat jika Anda bergerak secara tiba-tiba. Apabila Anda juga merasakan pembengkakan pada perut, demam, mual dan muntah, serta gangguan pencernaan lainnya, ada kemungkinan besar Anda mengalami radang usus buntu. Bila makanan yang Anda konsumsi tidak sehat dan melukai usus buntu, organ ini bisa meradang. Terkadang, dinding usus buntu bisa dipenuhi nanah akibat peradangan. Jika tidak segera mendapat perawatan, usus buntu bisa pecah dan menyebarkan infeksi ke rongga perut dan menyebabkan komplikasi. 3. Sakit perut disertai muntah berwarna kuning atau hijau Sakit perut akibat gastritis bisa muncul di bagian atas tengah atau kiri atas. Rasa sakitnya bahkan menusuk hingga ke belakang sehingga punggung juga terasa sakit. Gejala lainya, yakni adalah demam, detak jantung cepat, dan sesak napas serta nyeri dada jika kondisi sudah parah. Penyakit umumnya ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori H. pylori pada lapisan lambung Anda. Selain gejala di atas, gastritis memicu muntah berwarna kehijauan, kekuningan, atau muntah darah. Gastritis yang memicu muntah menguning ini muncul akibat naiknya cairan empedu ke kerongkongan. Cairan empedu memiliki warna hijau atau kuning dan bercampur dengan muntah saat naik ke kerongkongan. 4. Nyeri perut disertai diare dan BAB berdarah Jika Anda sakit perut yang ditandai dengan diare, BAB berdarah, muntah, dan tidak nafsu makan, Anda bisa jadi mengalami gastroenteritis atau flu perut. Kondisi ini muncul akibat infeksi dari beberapa jenis mikroorganisme, seperti rotavirus, norovirus, bakteri Salmonella, dan parasit giardia. Penyakit ini disebut dengan gastroenteritis. Tak hanya itu, gejala sakit perut ini juga bisa menandakan adanya kanker lambung. Rasa sakitnya berlangsung terus-menerus, bahkan lebih dari dua minggu. Anda juga akan merasakan adanya tekanan pada perut yang membuat Anda terasa begah atau kembung. Ini menyebabkan nafsu makan menjadi berkurang. Gejala kanker perut lainnya mungkin akan bermunculan, seperti muntah darah atau bahkan feses berdarah. Bila Anda merasakan gejala ini sebaiknya segera periksa ke dokter. 5. Sakit perut bagian bawah disertai diare, sembelit, dan muntah Jika Anda merasakan sakit perut yang diikuti dengan diare, sembelit, dan muntah yang datang dan pergi sepanjang waktu, ini bisa jadi gejala sindrom iritasi usus besar IBS. IBS merupakan masalah pencernaan seumur hidup. International Foundation for Gastrointestinal Disorders menyatakan bahwa IBS muncul akibat adanya gangguan pada otak yang mengatur kinerja usus. Kondisi tersebut membuat gerakan makanan di dalam usus dan respons usus terhadap rasa sakit terganggu. Tidak hanya itu, perubahan jenis dan atau jumlah bakteri di usus atau mikrobiota usus juga memicu sindrom iritasi usus. Pasalnya, bakteri ini juga mengatur fungsi usus, termasuk gerakan dan respon terhadap rasa sakit yang muncul. 6. Nyeri perut bawah yang tajam dan merambat ke punggung Sakit perut yang menjalar hingga ke punggung ini merupakan gejala khas ketika Anda mengalami batu ginjal yang sudah membesar. Batu ginjal ini terbentuk akibat zat sisa di dalam tubuh yang terlalu banyak, tetapi jumlah cairan tubuh terlalu sedikit. Batu ginjal yang terbentuk mungkin hanya berada di dalam ginjal atau berjalan menuju saluran kemih, bahkan keluar melalui urine tanpa rasa sakit. Akan tetapi, batu yang tidak bergerak membuat pengeluaran urine tersendat dan menumpuk saluran kemih. Hal inilah yang menyebabkan rasa sakit. Selain sakit perut, gejala lain yang bisa timbul, yaitu urine berdarah, mual dan muntah, demam dan menggigil, nyeri saat buang air kecil, dan urine berbau atau tampak keruh. 7. Sakit perut menahun disertai pendarahan dari vagina dan feses Gejala sakit perut ini bisa jadi menandakan adanya endometriosis atau sel lapisan rahim endometrium yang tumbuh di luar rahim. Area yang sering dijumpai endometriosis, yaitu ovarium, tuba falopi, permukaan luar rahim, dan jaringan yang menahan rahim agar tetap berada di tempatnya. Kondisi ini juga membuat Anda sering mengalami perdarahan pada vagina di luar jadwal menstruasi Anda. Darah haid yang keluar sangat deras. Tak jarang, perdarahan ini juga Anda temukan saat buang air besar. Endometriosis ini juga ditandai dengan adanya diare, sembelit, atau kembung, terutama saat haid. Mengutip studi terbitan jurnal Obstetrics and Gynecology Clinics of North America 2012, endometriosis bisa memicu infertilitas akibat perubahan bentuk panggul dan organ reproduksi sehingga sperma sulit bertemu dengan sel telur. 8. Nyeri perut bagian kiri bawah dan sembelit Usus besar memiliki kantong-kantong yang disebut dengan divertikula. Peradangan divertikula atau divertikulitis memicu gejala sakit perut di bagian kiri bawah dan semakin nyeri ketika Anda bergerak. Selain itu, gejala ini sering diikuti demam menggigil, perut kembung, keluar darah dari anus, serta mual dan muntah sehingga nafsu makan berkurang. Keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, bahkan bertahan hingga satu minggu atau lebih. Kondisi ini menyebabkan kantong usus besar mengalami tekanan dan lambat laun membentuk titik-titik yang meradang. Kemungkinan juga, titik-titik pada kantong usus bisa meradang akibat adanya bakteri. Penyebab divertikulitis tidak diketahui secara pasti. Namun, para dokter yakin bahwa kurang mengonsumsi makanan berserat bisa jadi penyebabnya. Tanpa asupan serat, usus besar harus bekerja lebih keras untuk mendorong feses keluar. Gejala sakit perut umumnya menandakan masalah pada sistem pencernaan. Namun, masal organ lain yang terletak di perut juga menimbulkan rasa sakit pada bagian perut. Jika nyeri terus berlangsung selama berhari-hari, tidak kunjung mereda, dan rasa sakit tak tertahankan, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan segera. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID PJpKPzb5NS0UKF5GtzzrmfCR0LHFNrJ1L5Mi6tj-ZAv8SpbDzE46ww== Skip to content Beranda / Informasi Kesehatan / Gangguan Pencernaan / Habis Sarapan Kok Sakit Perut? Bisa Jadi Karena Ini Habis Sarapan Kok Sakit Perut? Bisa Jadi Karena Ini Sarapan adalah salah satu waktu makan yang paling penting bagi kesehatan tubuh. Hanya saja, terkadang setelah melakukannya kita justru merasakan sensasi sakit atau tidak nyaman pada perut yang akhirnya membuat kita tidak bisa beraktivitas dengan normal. Sebenarnya, apa penyebab dari datangnya sakit perut setelah makan pagi ini?Seringkali karena kebiasaan makan yang kurang baik Pakar kesehatan menyebut sakit perut yang muncul selepas sarapan bisa jadi disebabkan oleh porsi makanan yang berlebihan atau jenis makanan yang dipilih tidak tepat. Banyak orang yang berpikir bahwa sarapan berpengaruh besar bagi sumber energi tubuh seharian sehingga akan makan dalam jumlah yang banyak. Padahal, hal ini justru akan membuat perut tidak nyaman. Kondisi ini juga terkait dengan perut yang sebenarnya sudah beristirahat cukup lama saat tidur malam. Jika kita langsung makan dalam porsi yang banyak atau dengan menu makanan yang cukup berat untuk dicerna, saluran pencernaan akan kaget karena harus langsung bekerja dengan sangat keras. Hal inilah yang akhirnya membuat perut terasa nyeri. Menu sarapan yang bisa membuat datangnya sakit perut Pakar kesehatan menyebut menu makanan yang berpotensi menyebabkan sakit perut seperti makanan berlemak layaknya daging-dagingan atau makanan cepat saji. Meskipun memiliki rasa yang enak, makanan berlemak cenderung membuat pencernaan berjalan dengan sangat lambat. Selain itu, sistem pencernaan juga harus mengeluarkan energi yang sangat banyak demi mengolahnya. Hal yang sama juga akan terjadi jika kita mengonsumsi makanan bersifat asam, makanan pedas, atau makanan yang bisa memicu produksi gas berlebihan di dalam perut saat sarapan. Karena alasan inilah kita sebaiknya mengonsumsi makanan yang cenderung netral dan membuat perut nyaman saja di pagi hari demi mencegah gangguan pencernaan. Beberapa penyebab sakit perut setelah sarapan lainnya Selain karena porsi makanan, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal lain yang juga bisa menyebabkan datangnya sakit perut setelah sarapan pagi. Berikut adalah beberapa penyebab tersebut. Intoleransi pada beberapa jenis makanan Intoleransi adalah kondisi saat tubuh tidak mampu mencerna beberapa jenis kandungan makanan. Sebagai contoh, ada beberapa orang yang ternyata kesulitan untuk mencerna gula atau protein tertentu. Jenis intoleransi yang paling sering ditemukan adalah intoleransi laktosa yang membuat penderitanya kesulitan untuk mengonsumsi susu atau produk turunannya. Sebagai informasi, intoleransi laktosa terjadi saat usus tidak mampu memproduksi laktase, sejenis enzim yang dibutuhkan untuk mengolah laktosa yang ada di dalam susu. Jika penderita intoleransi laktosa tetap minum susu, maka mereka pun akan mengalami gejala mual-mual, nyeri perut, atau gangguan pencernaan lainnya. Gangguan asam lambung Jika kita mengonsumsi makanan dengan porsi yang berlebihan atau cenderung asam dan pedas di pagi hari, ada kemungkinan asam lambung naik dan akhirnya menyebabkan sensasi terbakar pada perut atau dada. Karena alasan inilah kita sebaiknya memilih menu yang tepat untuk sarapan pagi. Mengalami alergi pada beberapa jenis makanan tertentu Jika kita mengalami alergi pada makanan tertentu, maka gejala kesehatan yang muncul bisa berupa gangguan pencernaan, sakit perut, gatal-gatal, sesak napas, dan gejala-gejala lainnya. Sindrom iritasi usus besar Kondisi kesehatan ini bisa menyebabkan sakit perut, berubahnya kebiasaan buang air besar seperti diare atau bahkan mengalami sembelit, hingga datangnya gangguan pencernaan layaknya kembung, mual-mual, atau rasa tidak nyaman pada perut dan dada. Konsumsi obat-obatan tertentu Meski jarang terjadi, namun dalam beberapa kasus konsumsi obat-obatan tertentu bisa menyebabkan datangnya sensasi nyeri perut setelah sarapan pagi. Karena alasan inilah kita sebaiknya tidak sembarangan membeli obat dan sebaiknya selalu berkonsultasi kepada dokter jika ingin mengonsumsi obat-obatan tertentu agar tidak mengalami efek samping. DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi - Sakit perut setelah sarapan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyebab sederhana seperti makan berlebih atau penyebab yang lebih serius. Menurut Livestrong, hal pertama yang perlu dilakukan ketika merasakan sakit perut setelah sarapan adalah mengingat kembali apa yang baru saja dikonsumsi dan berpotensi mengiritasi gejalanya sudah mengganggu dan terjadi cukup sering, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengevaluasi penyebabnya. Baca juga Makan Sebelum Olahraga Bikin Sakit Perut, Mitos atau Fakta? Penyebab sakit perut setelah sarapan SHUTTERSTOCK Beberapa penyebab sakit perut setelah sarapan termasuk makan terlalu banyak, alergi makanan, dan intoleransi makanan. Beberapa penyebab sakit perut setelah sarapan antara lain 1. Makan terlalu banyak Menurut para pakar, penyebab paling umum sakit perut setelah sarapan atau pada waktu makan lainnya adalah karena makan terlalu banyak. Menurut asisten profesor kedokteran dari fakultas penyakit pencernaan dan hati di Columbia University Medical Center, Suneeta Krishnareddy, MD, MS kepada Self, makan terlalu banyak bisa membuat perut sangat meregang. Namun, perut yang meregang jni juga bisa disebabkan bakteri di saluran pencernaan mencoba membantu tubuh memecah makanan, yang dapat menyebabkan gas dan distensi. Pada beberapa orang, peregangan itu menyebabkan rasa sakit atau kram perut. Baca juga 4 Menu Sarapan yang Bantu Lenyapkan Perut Buncit, Mau? 2. Intoleransi makanan Intoleransi makanan adalah penyebab umum ketidaknyamanan pada perut setelah makan, termasuk sakit perut setelah sarapan. Kondisi terjadi karena sistem pencernaan tidak dapat mencerna gula atau protein tertentu yang ditemukan dalam beberapa makanan. Misalnya, jika kita memiliki intoleransi laktosa, usus gagal menghasilkan cukup laktase, enzim yang mencerna laktosa. Intoleransi laktosa bisa menyebabkan kram perut dalam waktu 20-30 menit setelah mengonsumsi segala bentuk produk susu. Bentuk intoleransi makanan lainnya termasuk intoleransi susu, intoleransi fruktosa, intoleransi MSG, dan intoleransi terhadap bahan tambahan makanan. Selain sakit perut setelah sarapan, gejala lain yang mungkin menyertai intoleransi makanan termasuk mual, kembung, gas, muntah, mulas, diare, dan lainnya. Baca juga Punya Gejala Serupa, Apa Beda Alergi dan Intoleransi Makanan? 3. Alergi makanan Penyebab sakit perut setelah sarapan juga bisa karena alergi makanan. Ini adalah peningkatan keparahan dari intoleransi makanan. Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology AAAAI, jika memiliki reaksi alergi terhadap makanan, artinya sistem kekebalan tubuh kita salah mengidentifikasi makanan tersebut sebagai potensi bahaya sehingga memasang pertahanan untuk melawannya. Pertahanan dari sistem kekebalan tubuh itulah yang menyebabkan gejala seperti kram perut, mulut kesemutan atau gatal, gatal-gatal dan gatal-gatal di seluruh tubuh, pembengkakan wajah, diare, mual dan muntah, dan kesulitan makanan paling umum adalah protein dalam susu sapi, telur, kacang tanah, gandum, kedelai, ikan, kerang, dan kacang. Baca juga 5 Gejala Alergi Makanan yang Perlu Diwaspadai 4. Dispepsia Dispepsia adalah nama lain dari gangguan pencernaan dan bisa menjadi salah satu penyebab sakit perut setelah sarapan. Menurut Verywell Health, dispepsia bisa menyebabkan sensasi terbakar di area yang sama dan perasaan kenyang di awal waktu makan. Gejala lainnya dari dispepsia termasuk kembung dan mual. Penting untuk menemui dokter dan memastikan bahwa dispepsia bukan gejala dari masalah kesehatan lain. Baca juga Dispepsia Fungsional Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi 5. Sindrom Iritasi Usus Besar IBS Gejala sindrom iritasi usus besar IBS termasuk sakit perut yang terkadang terjadi setelah makan dan mungkin membaik setelah buang air besar, kelebihan gas, kembung, diare atau sembelit, dan lendir di tinja. IBS juga bisa saja menjadi penyebab sakit perut setelah sarapan. Belum jelas persis apa yang menyebabkan IBS, namyn ada beberapa teori yang menjelaskannya. Penderita IBS mungkin memiliki kelainan dalam cara otak dan usus mereka berinteraksi yang menyebabkan masalah pencernaan dan rasa sakit. IBS dapat bermanifestasi dalam beberapa cara berbeda. Penderitanya mungkin memiliki usus besar yang berkontraksi lebih kuat dan lebih sering ketika makan daripada orang lain, yang kemudian dapat menyebabkan sakit perut dan masalah lainnya. Teori lain adalah bahwa orang dengan IBS ekstra sensitif terhadap peregangan yang normal di usus dari pemecahan produk makanan. Baca juga Sering Sakit Perut? Bisa Jadi Kamu Stres Mengatasi sakit perut setelah sarapan SHUTTERSTOCK Ketika mengalami sakit perut setelah sarapan, penting untuk membuat jurnal makanan. Sebelum bertemu dengan dokter, cobalah membuat catatan makanan selama dua minggu, mulai dari apa yang dikonsumsi saat sarapan dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh. Tuliskan semua yang kita makan dan minum. Kemudian, catat juga berapa banyak makanan yang kita makan di setiap waktu makan, jarak waktu antara waktu makan, dan kapan gejalanya berkembang. Rutinlah menulis jurnal makanan sambil melakukan perubahan pola makan untuk mengurangi gejalanya. Ketika bertemu dokter, bawa jurnal makanan tersebut untuk didiskusikan. Jika mengalami sakit perut setelah sarapan atau waktu makan lainnya tapi hanya sesekali dan tidak mengganggu keseharian, kita mungkin bisa menunda kunjungan ke dokter. Tapi, jika sakit perut setelah makan cukup sering terjadi, penting segera membuat janji dengan dokter untuk memastikan mendapatkan diagnosis yang akurat dan membuat rencana perawatan. Jika rasa sakitnya parah, melemahkan, dan disertai gejala lain, seperti penyakit kuning, demam, detak jantung yang cepat, kedinginan, atau muntah parah, penting untuk segera mencari perawatan darurat. Baca juga 5 Dampak Buruk Tidak Sarapan terhadap Tubuh Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Jakarta - Sakit perut dan mulas merupakan gejala yang kerap kita alami di pagi hari. Biasanya disebabkan usus besar yang terinflamasi dan tidak sanggup untuk mencerna makanan yang tinggi serat dan pagi ini kamu merasa sakit perut karena terlalu banyak mengonsumsi serat dan lemak, coba redakan perut yang 'memberontak' dengan 8 makanan berikut ini, dirangkum dari Women's Health 1. Roti dan nasi putihTepung terigu dalam roti telah diolah dan tak banyak mengandung serat, yang berarti lebih mudah dicerna tubuh. Nasi putih juga termasuk dalam kategori rendah serat sehingga membantu kamu yang sakit SemangkaKandungan air dalam buah semangka bisa membantu saat perut sakit dan mulas. Ditambah lagi semangka mengandung serat yang tak cukup banyak dan mudah dicerna tubuh. 3. Daging ayamMengonsumsi daging ayam tanpa lemak merupakan pilihan terbaik untuk membantu meredakan perut yang 'memberontak'. Jika ingin mencoba protein lain, ikan bisa menjadi pilihannya, namun hindari ikan-ikan berlemak seperti makerel, sarden, dan salmon. Merasa mual untuk mengunyah daging? Mungkin kamu bisa memilih untuk memakan sup ayam agar lebih mudah dicerna. Bahkan hanya meminum kuah sup saja bisa membantu menghidrasi tubuhmu, yakni kombinasi garam dan PisangBuah pisang berwarna makin gelap semakin baik dan bagus untuk dicerna tubuh. Dalam kondisi tersebut, pati resisten dalam pisang berubah menjadi gula yang membuat ususmu tidak perlu bekerja keras. 5. OatmealOatmeal yang dimasak komponennya terpecah dan secara tidak langsung kamu telah membantu proses pencernaan bahkan sebelum masuk ke dalam mulut. Jika ingin menambahkan sesuatu ke oatmealmu, berilah buah-buahan segar. 6. Ubi manisUbi manis merupakan makanan yang mudah dicerna dan tentu saja terasa enak dan bernutrisi. Kamu bisa memanggangnya atau merebusnya dan siap dinikmati jangan lupa kupas kulitnya!.7. TelurTelur rebus matang merupakan makanan paling mudah dan bagus untuk membantu meredakan perut yang mulas dan sakit. Jika tak ingin meresbu telur, bisa dijadikan orak-arik juga namun ingat untuk tidak menggunakan banyak minyak atau mentega. 8. Teh herbalTerakhir, walaupun bukan makanan, teh herbal bisa menjadi kunci penting jika kamu merasa tak sanggup makan namun perut melilit. Di antara semua teh herbal, teh kamomil bisa menjadi pereda sakit perut yang terbaik, selain itu ada teh jahe untuk cegah muntah dan teh mint untuk meredakan sakit perut dan diare. Simak Video "Prinsip yang Wajib Dijaga Pengidap Asam Lambung saat Puasa dan Sahur " [GambasVideo 20detik] frp/up

dedi lupa sarapan sehingga sakit perut